Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Badai

Jangan kau menunggu di tengah badai Menepilah sejenak agar kau tak binasa Jangan kau lawan api dengan api Kau hanya kan temukan sengsara Orang bijak pernah berkata Siapa yang dapat berdamai dengan hatinya Niscaya ia kan dapati dunia denganya Dan bila ia membuka hatinya Maka ia dapati langit memujinya Berdamailah dengan hati wahai diri Sesungguhnya kita ini calon mati Bila telah terlepas nyawa dari diri Dimanakah mahkota yang melekat di diri Sungguh mengapa kita bersikap langit Padahal tanah adalah asal kita yang hakiki

Siapa

Siapakah Kita? Yang berjalan dengan congkak Padahal hanya seorang budak Siapakah mereka? Yang bergaya susah Padahal hidupnya megah Kujumpai kemunafikan di muka bumi Menyelinap diantara kata cinta Kujumpai dusta Dimulut raja-raja dunia Oh alam.... Siapakah kami? Yang bertingkah seolah dimensi ini Adalah kepunyaan kami Mengapa terusir? Padahal siapakah diri? Oh alam... maafkan kami Seandainya tak ada kemunafikan di muka bumi Mungkin masa tuamu bisa lebih baik lagi

Surat untuk seorang kawan

Kawan... Apa kabar kau disana Di tanah airmu yang tenang Kawan... Hari ini masih ku jumpai kemunafikan Masih ku jumpai dusta di balik cinta Dan kujumpai tangis dibalik senyum Kawan... Hari ini kutemui istana diatas gubuk tua Tuannya suka berpesta Sementara Budaknya Nelangsa Aku termenung di pojok sunyi Memahami realitas ini Lalu akhirnya aku menyadari Kita hanya etinitas kecil di semesta yang luas ini Kita hanya lah para sudra Yang hidupnya ditakdirkan nelangsa Kawan... Orang bijak berkata Janganlah kau benci hujan Petirnya boleh membakar Namun rintiknya sumber kehidupan Pada akhirnya inilah aku Terkubur bersama kesunyian di pojok sepiku

Angin

Aku ingin menyatu dengan malam Menyatu dengan hembusannya Terbang melayang-layang Menari nari dengan ribuan bintang Sejenak aku ingin lepas dari dusta Dusta yang senantiasa terucapkan kita Diantara dusta yang mengungkapkan Akan siapakah kita selama ini Aku ingin berada diatas sini Melayang dihempas angin Yang aku ingin hanyalah kesunyian Sembari menikmati keresahan mu Sayang tunggulah sebentar Sebentar lagi malam Dan kita kan bersama diantara bintang Dalam keabadian