Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Lupa Sederhana

Ajari aku cara hidup sederhana Agar aku ingat janjiku pada kaum sudra Ingatkanku untuk hidup sederhana Agar aku tidak kehilangan suara Aku sadar diriku ini penguasa Ditanganku seluruh nusa berada Tapi siapa yang buatku ke singgasana? Apakah para penjilat yang haus kuasa? Agaknya aku harus kembali ke bawah Menyadari takdirku sebagai sang messiah Memikul harapan yang telah pudar Menjadi pelita yang bersinar Tapi ingatkan aku sebelumnya Karena agaknya aku lupa sederhana

Pagi Buta

Yo temen temen kali ini gua mau pos cerpen gua tapi kali ini lumayan serem sih,saran gua jangan buka blog ini pas malem malem karena jujur waktu gua bikin ini cerita adalah malem malem dan sekarang gua jadi parno sendiri mau ke kamar mandi 😢😢😢 ok silahkan di lihat. ........ Pagi Buta Hai gua Samsul seorang murid kelas 2 di suatu Sekolah Menengah Favorit di Jakarta. Gua punya kebiasaan yang sering dicibir temen gua tapi sering dipuji guru-guru,ya benar gua sering dateng pagi. Bahkan saking paginya dateng, Pak Kasman si penjaga sekolah sering kaget ngeliat gua udah dateng dari jam lima pagi. Hari itu suasana biasa saja,suasana sekolah yang sepi hingga membuat suara langkah kakiku terderngar begitu keras, warna cat yang mulai memudar dimakan usia membuat suasana sekolah ini semakin sunyi,konon berita yang gua dengar sekolah ini adalah bekas rumah sakit Belanda. Entah apa yang sang pembuat rumor pikirkan hingga membuat rumor macam itu. "Ah iya ...

Belum siap Untuk Cinta

Hai,Ok guys balik lagi sama gua di blog yang saat ini berubah nama dari Diary Pelajar Bodoh jadi Pojok Sunyi ini. Gua mau tanya kalian bosen ga sih sama puisi puisi gua yang kayak orang galau habis diputusin sama pacarnya? (Padahal gua belum pernah pacaran :'v ) nah pasti bosen kan wkwkw. Kalo begitu daripada kalian bosen dan ninggalin blog ini lama lama,nih ada puisi dari temen gua,mau liat gimana?ok check this out "sambil make headset kayak dj di acara dugem padahal headsetnya ga nyolok di mp3 player" ...... Belum Siap Untuk Cinta Saat hati diterpa sunyi Pikiran pun terasa mati Tidak ada yang bisa menandingi Kecuali senyuman sang pujaan hati Ingin rasanya diriku mencintai Apakah pantas aku tuk dicintai Kurasa tidak untuk saat ini Karena ku tak siap untuk sakit hati Ku tak siap untuk ditinggal pergi Ku tak siap untuk termenung sendiri Mungkin memang belum saatnya diriku tuk mencintai Karena ku ingin pujaan hati yang sehidup semati Oleh : Agus Triatmoko Na...

Langit Biru

Tak pernah terpikirku tuk mendekatimu Yang ku tahu aku hanya mengagumimu Senyummu,sikapmu alihkan duniaku. Kau seperti merpati Terbang tinggi dan selalu ku kagumi Kau seperti langit biru Selalu indah dimataku. Tapi aku tahu Aku tak mungkin dekatimu Aku tak mungkin milikimu Aku hanya akan buatmu terganggu Dengan sikap dan egoku Aku bukan siapa-siapa Melainkan mahluk yang menjijikkan Yang kesepian tanpa teman Kehadiranku tak pernah kau harapkan Kehilanganku pun takkan kau rindukan Pada akhirnya aku hanya duduk disini Mengagumi senyum dan sikapmu Yang selalu membuatku tersenyum malu Karena aku bukan yang kau harapkan Dan bukan pula yang kau rindukan Tapi ketahuilah... Aku selalu mengagumimu Di sini.... Di bawah langit biru

Pelita

Gelap berarti tak ada cahaya Gelap berarti tak ada pelita Gelap berarti tak ada harapan Gelap berarti jutaan rakyat tak bisa makan Gelap juga berarti jutaan anak tanpa pendidikan Sementara diatas para cukong tertawa Mata menyipit mulut menganga Aku terusik ingin mengkritik Namun omonganku hanya sampai di mesin ketik Mesin ketik pak polisi yang macet Yang tak bisa mengetik siapa sang penculik pujangga dhuafa Aku terdiam merenungkan bangsa Namun tertawa melihat gadis belia Bagaimana bisa melahirkan habibie Bila bersolek tak sesuai diri Bagaimana bisa melahirkan hatta Bila rok pendek terangkat menganga Aku pun tersadar siapaku sebenarnya Aku bukan singa podium Bukan pula jenderal bintang lima Aku hanya segelintir dari jutaan Yang hanya bisa berteriak dari panggung penderitaan Tugasku hanya memastikan calon singa berikutnya menggapai pelita Agar tak gagal seperti orang tuanya