Sepeda Tua

Sendu Pilu Jalan Sepeda Tua Itu
Tak kuat lagi ia berjalan menanggung pilu
Bersedih kala ia melintasi waktu

Duhai emosi diri
Yang mengekang gerak hati
Aku ingin bebas mencinta
Aku ingin dekati tiap wanita
Tapi mengapa tiap ku tenggelam dalam lamunan
Teringat kamu yang buatku kasmaran

Ibu dokter yang kutemui di ruang obrolan
Sekali-kali aku ingin terbangkan perasaan
Layaknya merpati di ujung hari
Tapi seberapa keras aku mengejar
Aku takkan sanggup menggapainya

Yang kutunggangi hanyalah sepeda  tua
Bukan seekor kuda nan gagah perkasa
Dan sekiranya aku kan tetap di jalan itu
Menelusuri waktu mengingat dirimu
Ibu dokter yang buatku rindu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat untuk seorang kawan

Gerak Lokomotif

Halo Tuhan?