Halo Tuhan?

Hei,halo?Tuhan kan?
Apa kabar? Lama tak jumpa
Kata orang kau begitu berkuasa
Tiap nyawa di dunia kau yang punya
Tapi kenapa sekarang banyak yang gantikan peranmu
Mengancam orang seolah dia lebih berkuasa darimu

Hei,Tuhan coba beri aku jawaban
Katanya kamu maha pengasih lagi penyayang
Kok ada orang ingin berkasih engkau larang
Katanya berbeda iman
Padahal iman kami satu yaitu engkau
Terlepas dari dogma yang diajarkan

Hei,Tuhan katanya surga dan neraka itu urusanmu
Tak ada satupun yang tahu tentang itu
Tapi kenapa banyak orang turun dijalan
Bersorban putih berteriak lantang
Didepan mukaku ia teriakkan
Hei,Kafir!! Enyah engkau penghuni neraka!
Tiada yang benar selain yang kami teriakkan
Tiada yang salah dari yang kami lakukan
Hei,Tuhan benarkah mereka?
Bukankah engkau yang paling tahu siapa yang benar?
Bukankah engkau yang paling tahu siapa yang akan menghuni surgamu kelak?
Lalu kenapa mereka merasa paling benar?
Seolah aku ini hina,nista,tiada nilainya di dunia

Padahal aku meyakinimu
Meyakini engkau maha pengasih lagi penyayang
Sama seperti mereka,tapi mengapa aku di pandang sebelah mata?
Apa karena aku berbeda atau karena tak sama?

Hei,Tuhan, masih mendengarkan kan?
Aku mungkin banyak bertanya
Mungkin juga banyak mengeluhnya
Tapi aku tidak pernah lupa bersyukur
Bersyukur terhadap hidupku yang babak belur
Bersyukur terhadap hidupku yang dibilang orang hancur

Tapi tuhan aku kan ummatmu
Masih bisakah aku bertanya padamu?
Untuk yang terakhir dari yang pertama
Untuk menjelaskan semuanya
Tuhan bila engkau yang maha memberi hidup
Mengapa hidupku tak seindah mereka
Yang selalu bahagia di dunia maya
Bergelimang harta dan tahta manis dunia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat untuk seorang kawan

Gerak Lokomotif